Peluru Mengarah Ke Langit


Peluru ini berisi segala rasa gelisah,
karenamu.
Ketika pemantik revolver ini kutarik,
lama sekali ku menahannya,
yang selanjutnya kuarahkan pada jantungmu.
Namun tiba-tiba saja kudengar dentuman pistol dibelakangku,
dadaku sesak,
aliran darahku memburu,
otot-ototku kaku,
keseimbanganku goyah,
aku melunglai,
lalu jatuh terkapar.
Namun masih ku jaga pemantik itu kuat-kuat,
Takkan kubiarkan terlepas,
semakin kuat.
Tanagnku dingin,
Darah tak ada lagi,
tiba-tiba tanganku hilang tenaga.
Arahnya masih kearahmu,
namun belakangan mataku kabur,
Pistol terarah kelangit,
akhirnya terlepas juga pemantiknya,
peluru terlepas kelangit.
Rasa gelisah di dadaku terurai di langit,
kemuduan jatuh lagi ke arahmu.
Namun hanya jatuh tak bertenaga di depanmu.

Pernah diposting di notes facebook Thoriqul Huda Athif

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s