Arti Seorang Mantan


Ini postingan mungkin dibuat ketika lagi galau-galaunya. Nginep di sekre bareng 3 orang teman cowok semua. Lagi pada burning-burning CD Laporan Pertanggungjawaban Lembaga dan saya pengin ngerjain buat acara besok, yaitu Rapat Anggota dengan saya sebagai Ketua Sidang. Niat sedikit sombong boleh lah ya.. :p

Oke, mumpung lumayan galau, saya akan bicara soal mantan. Bagaimana pandanga saya mengenai mantan saya? Berikut uraiannya. Oh iya, teruntuk mantan saya yang super sekali. Terimakasih sebelumnya.

Mantan bagi orang umum yaitu mantan pacar, mantan kekasih. Bagi saya juga tidak beda jauh. Namun mungkin ada sedikit perbedaan pandangan tentang makna dibalik kita menganggap itu mantan.

Mantan bagi saya, dia orang yang telah menghantarkan saya pada jenjang yang lebih dewasa. Karena putus adalah sebuah keputusan. Keputusan adalah salahseorang bisa disebut sebagai dewasa.

Selain itu, putus berarti sebuah kritik yang sangat pedas buat diri saya pribadi karena tak mampu memenuhi keinginan pasangan untuk membuat keinginan kita juga tercapai. Kritik itu bisa disebut sebagai nilai sementara yang belum lulus dan harus bisa lulus di ujian berikutnya.

Saya punya mantan dua kali, tapi mantan saya cuma satu. Dia mungkin memang tidak sesuai dengan tipeku, namun semenjak dia dinyatakan sebagai pacar pada awal mula, maka itulah saat dimana kita punya tipe khusus itu harus dibuang. Kita mau tidak mau harus menerima. Ini salahsatu langkah awal yang harus terlaksana.

Mantan saya memang beda denga kebanyakan perempuan lain. Dia disatu sisi yang keibuan suka sama anak kecil, dia juga orang yang galak, apalagi kepada laki-laki. Aku salahsatu yang diawal digalakinya. Namun aku salahsatu dari yang jarang yang bisa membalas kegalakannya.

Dia sebagai seorang wanita cukuplah baik pribadinya mulai dari kepintarannya sampai psikologisnya. Dia orang sabar, sampai-sampai terus mengsms aku ketika aku sedang sibuk bukan kepalang.

Ya, bagiku seorang mantan adalah standar minimal kita untuk mendapat yang lain lagi. Pada akhirnya berapapun mantan kita, kita sudah seharusnya memilih yang lebih baik dari mantan kita.

Hal itu terjadi padaku belakangan ini. Aku baru merasa memang ternyata mantanku yang cuma satu itu adalah masih yang terbaik. Masih belum ada yang mengalahkan kecocokannya. Sudah banyak perempuan yang menarik hati, namun sampai saat ini, pasti dikecewakan diakhirnya.

Ya begitusajalah curhatnya, ga usah banyak dipikir-pikir, ini kan subyektivitas. Orang berhak mengekspresikan segala yang ada dihati, asal jangan plagiat..

Tetap semangat, sekarang saatnya istirahat sejenak..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s