Aksi Mahasiswa ITB Atas Biaya Mahal Kampusnya


Sore tadi saya ikut sebuah aksi. Dan sempat dimuat di mediaa internet detik. Berikut dari berita detikbandung, mereka menyampaikan seperti ini,

Bandung – Sekitar seratusan mahasiswa ITB berunjuk rasa dengan melakukan longmarch dari Kampus ITB di Jalan Ganeca hingga ke Gedung Rektorat, Jalan Taman Sari, Jumat (25/2/2010). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kegundahan mereka yang merasa khawatir ITB hanya akan diisi oleh mahasiswa dari keluarga kaya.

Ketua KM ITB, Herry Dharmawan menuturkan aksi ini merupakan bentuk kepedulian mahasiwa pada adik-adik yang ingin masuk ITB namun terganjal dengan biaya. Apalagi sebelumnya, pihak rektorat ITB mengumumkan, bahwa untuk masuk ke ITB, calon mahasiswa harus menyiapkan biaya sebesar Rp 55 juta.

“Kita mengerti kalau memang ITB tertekan karena memerlukan biaya operasional yang tidak kecil. Tapi janganlah membuat pemberitaan yang membuat masyarakat merasa sulit masuk ITB. Tadinya adik-adik di daerah merasa punya kesempatan masuk, tapi ada angka Rp 55 juta jadi down,” ujar Herry saat ditemui di sela aksi.

Herry mengaku kecewa, pihak kampus bukannya memberikan penjelasan tentang adanya mekanisme keringanan biaya. Herry mengatakan, hal ini jadi keresahan, karena jangan sampai kampus ITB hanya diisi oleh mahasiswa dari keluarga dari golongan mampu.

“Bayangkan, jika nanti kampus kita diisi hanya oleh mereka yang memiliki standar ekonomi berkelas, hidup di kota besar dan hanya terobsesi untuk bekerja di perusahaan asing bergaji tinggi. Lalu siapa yang akan membangun negeri ini? Siapa yang peduli dengan nasib daerah yang tertinggal,” katanya.

Herry menganalogikan, pendidikan di ITB bagaikan restoran bagi tukang becak. “Tukang becak merasa takut masuk restoran cepat saji karena
merasa bukan kelasnya. Padahal di dalamnya ada kok yang harganya 5 ribu. Tapi karena tidak diketahui, ya tetap saja segan,” katanya.

Sebelum melakukan longmarch, mahasiswa berkumpul di Campus Centre, mereka pun mengisi spanduk putih berukuran 1×5 meter dengan aspirasi mereka.

Pendapat yang mereka tuliskan diantaranya ‘Jangan Ragu masuk ITB’, ‘Orang miskin harus sekolah’, ‘Sekarang ITB kalah pamor sama universitas lain, penyebabnya: Mahal!’, ‘Tunjukkan diskonnya, bukan 55 jutanya’, ‘ITB bukan hanya tempat orang berduit’, ‘ITB nya mas ITB nya mas. Murah Murah mas’.

Saat ini rombongan mahasiswa yang dominan menggunakan jas almamater tersebut bergerak berkeliling kampus untuk kemudian ke Gedung Rektorat. Rencananya mereka akan menyampaikan Petisi 55 pada pihak rektorat.
(tya/avi)
href=”http://bandung.detik.com/read/2011/02/25/162435/1579482/486/biaya-mahal-ratusan-mahasiswa-serukan-jangan-takut-masuk-itb”>
rujukan klik<a

Secara umum seperti itu aksi yang saya ikuti tadi sore. Kesan dari saya, inilah titik balik bargaining position mahasiswa kembali pada tempatnya. Kita bukan cuma bisa belajar dan bermain di kampus. Tapi kami bisa berbuat lebih dari itu. Ini sekali lagi hanya titik balik. Keterbukaan rektorat dengan kita masih sangat dibutuhkan.

Untuk ITB yang lebih baik dan Indonesia yang lebih baik.. Untuk Tuhan Bangsa dan Almamater!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s