Lampu Sorot


Aku baru selesai makan, menuruni tanjakan plesiran, belok ke kanan sampai di taman hewan. Dalam langkah-langkahku yang sendiri, kupandangi langit. Di sana kulihat sebaran tiga lampu sorot putih dipantulkan lewat awan rendah cumulus. Lari kesana kemari, terbang mengikuti pola yang tidak kumengerti.

Dalam pikiranku, aku terbawa terbang mengingat masa lalu. Tentang lampu sorot pas aku kecil. Lampu sorot waktu itu adalah sebuah fenomena baru. Teman-temanku ketika jaman SD pernah ada yang bilang dia melihat hantu terbang di langit. Sebuah cahaya putih saja itu hantu. Dia tunjukkan padaku dan beberapa kawan lain, lalu kita menyaksikannya bersama di pinggir lautan sawah. Aku dalam takut terus bertanya, apakah itu sebenarnya? Apakah benar itu sebuah hantu yang mirip banaspati ? Banaspati dalam legenda orang kampungku adalah seekor hantu yang terdiri dari api-api berkobar dan melayang-layang di langit. Hantu tersebut berpindah dari kuburan satu ke kuburan lainnya. Sangat mistis nuansanya.

Ingin kutanyakan hal itu kepada orang-orang yang lebih tua, tapi aku takut justru ditakut-takuti nantinya, aku terus simpan rahasisa itu. Sampai pada suatu ketika, kampong dihebohkan dengan adanya pasar malam. Hal baru dan asing buat anak-anak kampong seperti kami. Kemeriahannya sampai larut, bahkan aku sampai tak tahu kapan pasar malam itu mulai tutup. Dari pasar malam itu kuketahui bahwa itulah lampu sorot. Dialah yang selalu terbang tak tentu arah, kesana-kemari. Dia terbang seiring suasana hati sang operator yang barangkali galau.

Lampu sorot kota bandung itu mengikuti langkah-langkahku pulang malam itu. Taman hewan yang sudah nyenyak. Orang-orang sudah terlelap dalam tidurnya, suara-suara gaduh hilang dalam gelap dan dingin. Emosi-emosi yang meluap siang hari telah padam oleh angin malam yang menusuk. Taman hewan menyambut dengan kekosongan.

Aku sampai, dan akhirnya kutemukan ramainya taman hewan itu di Kosan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s