Atmosfer


Bumi ini diciptakan dari berbagai teori, baik teori evolusi ataupun teori kejadian. Kita masih ada dalam perdebatan yang sungguh tidak penting. Padahal sudah jelas bahwa terbentuknya bumi dan jagat raya semata-mata ciptaanNya. Yang perlu kita syukuri justru tak pernah dijadikan pembicaraan.

Bumi diciptakan berada di tatasurya yang tepat dan posisi yang tepat. Bumi merupakan keistimewaan langit, bumi merupakan ketepatan penciptaan. Jarak dengan matahari yang tepat,, orbit yang tepat, serta posisi yang tepat pula. Semuanya menunjukkan kekuasaanNya yang begitu luarbiasa.

Salahsatu anugerah luarbiasa yang kadang kita lupakan adalah atmosfer. Atmosfer merupakan elemen penting interaksi antara bumi dan matahari.Matahari sebagai pemberi sumber kehidupan penyedia energi yang bakal kita pakai untuk kehidupan. Di atmosfer energi tersebut diatur. Ada yang dipantulkan, ada yang diserap. Taukah kalian bahwa atmosfer memfilter 50% energi matahari yang diradiasikan sehingga yang tersisa tinggal 50% saja. Dan lebih dari itu, 50% yang diserap adalah energi pilihan yang menunjang kehidupan manusia dan makhluk lain. Longwave yang biasanya sifatnya merusak seperti UV diserap dan dipantulkan oleh atmosfer.

Atmosfer sebagai kontrol sudah tidak diragukan lagi. Seolah-olah dia hidup, bisa memilih, bisa mengatur, ya semata-mata karena ciptaanNya bukan? Selain itu di atmosfer juga terjadi kegiatan-kegiatan yang saangat menunjang kehidupan manusia. Terjadinya hujan, angin, salju, dan lain-lain semata-mata karena adanya atmosfer. Sumber energi matahari di atmosfer dikonversikan ke berbagai macam fenomena. Di laut ada ombak yang memungkinkan orang untuk berlayar, di darat ada angin yang membawa polusi udara pergi dari tempat kita. Di atmosfer sumber energi yang paling berpengaruh dalam siklus hidrologi adalah energi matahari yang telah diatur oleh atmosfer. Energi angin, energi surya, energi air, semuanya dikontrol oleh atmosfer. Emisi pembakaran barang tambang, minyak semuanya diserap oleh atmosfer. Bayangkan kalau tidak ada atmosfer, kita bakar bensin polusinya tetap disamping kita, mati lah kita semua.

Atmosfer benar-benar sumber kehidupan, dialah yang seolah-olah hidup mengatur keberjalanan kehidupan, agar manusia nyaman beribadah mengingat sang penciptaNya. Atmosfer bagaikan malaikat yang tak bernafsu, yang tak pernah mengeluh, yang tak pernah lapar dan haus bekerja. Atmosfer adalah ciptannya yang paling keren. Tanpa ada troposfer, stratosfer, mesosfer dan termosfer, kita akan lebih panas beberapa puluh derajat. Kebetulan juga disitu terdapat gas rumah kaca yang apabila kita hidup tanpa dia meski ada atmosfer, kita akan berada pada suhu minus belasan derajat. Atmosfer memang keren, karena Dia yang ciptakan.

Lalu kita sebagai manusia akan tetap membiarkan atmosfer rusak? Dengan aktivitas yang tak terkendali ini, kita buat polusi yang nantinya terakumulasi, membuat gas rumah kaca meningkat sehingga makin panas, ah apakah kita bisa sebut diri kita adalah orang yang bijaksana dan bersyukur? Susah sekali memahami dunia ini.

Bersambung ke artikel selanjutnya Perubahan Bukan Sekedar Teori

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s