Mau Dibawa Kemana (Unit)?


‘Non-Himp, Non-Himp terus.. Non-Unit?”

Unit Kegiatan Mahasiswa adalah sebuah wadah mahasiswa untuk mengembangkan diri di bidang minat dan bakat. Oke, saya disini agak canggung dengan posisi unit. Posisi yang saya maksudkan adalah dimana seharusnya prioritas Unit terhadap Himpunan.

“Jadi kamu lebih memilih unit ketimbang himpunan?” Pertanyaan yang sering kita dengar di diksar ataupun osjur himpunan masing-masing untuk menanyakan komitmen. Adilkah?

Mungkin perasaan yang sama akan dirasakan oleh teman-teman yang sudah masuk unit dan berkomitmen paling tidak satu tahun TPBnya. Apalagi yang sudah merasakan kekeluargaan yang kuat di unit tersebut. Kalo boleh bilang, ‘tau apa kalian tentang unit saya?’.

Sedangkan saat sudah masuk, ya cukup seperti itu himpunan. Kata teman saya yang aktif di beberapa unit, begini,

“Himpunan? Cuma gitu-gitu aja, rapat anggota, wisuda, diksar, wisuda lagi, lalu nyempil acara kumpul-kumpul.”

Himpunan jadinya hanya tempat orang-orang yang ngumpul, justru nggak ada nilai pendidikan mengenai keprofesian, ekskursi malah cuma main-main. Pas ada acara besar juga kesannya hanya cukup jadi Event Organizer. Lalu himpunan kesannya hanya orang-orang yang berdebat. Karena mereka banyak membahas sesuatu yang membosankan itu. Himpunan berbelit-belit, omong-omong doang. Lihat unit, paling tidak satu lah tiap tahun buat acara besar dan nuansanya memang kental dengan identitas mereka. Unit budaya ya mereka benar-benar menampilkan budaya mereka, unit pendidikan dan kajian ya benar-benar menampilkan apa yang mereka kaji. Unit olahraga ya mereka benar-benar mengadakan suatu yang jadi ciri khas mereka gitu, turnamen ini itu.

Yang saya rasakan juga, kekeluargaan yang dielu-elukan himpunan rasanya juga begitu bohong. Nyatanya himpunan juga sepi. Ketidakkuoruman sering muncul di rapat-rapat anggota. Ada juga yang bilang, hearing ca kahim di himpunannya yang hadir bahkan cuma angkatan 2009. Padahal yang dihearing 2008.

Rasanya himpunan adalah kemahasiswaan yang dipaksakan. Karena adanya mitos bahwa non-himp di ITB akan dikucilkan. Atau memang secara RUK KM-ITB bilang bahwa non-himp adalah ketidakidealan. Lalu ada semacam tekanan bagi seluruh elemen kampus untuk mengsakralkan himpunan. Tanpa ada yang tahu latar belakang kenapa muncul pernyataan itu di RUK.

Atau memang unit cukup sebagai batu loncatan menuju karir di himpunan?

Intinya saya mendengar keresahan teman-teman di sekre unit. Ada yang bilang unit kenapa selalu di pandang sebelah mata. Orang-orang yang eksis di unit biasanya memang orang yang punya komitmen besar, walaupun di himpunan tidak memegang sebuah jabatan(karena memang tidak bisa memegang dua jabatan penting secara bersamaan) mereka termasuk loyal di himpunan.

(bersambung)

Mohon ditanggapi dengan pikiran santai dan dingin, saya akui memang postingan ini akan membawa konroversi.

9 thoughts on “Mau Dibawa Kemana (Unit)?

  1. corryviana mengatakan:

    sebagai orang yang dibesarkan di unit sejak tpb, saya mengerti sekali perasaan seperti ini. Hahaha =D

  2. suluh mengatakan:

    klo ikut unit kan berdasarkan sukarela. Klo suka dia ikut, klo ga suka ya keluar.

    Klo himp kan agak memaksa, jadinya yah ga terlalu ideal juga.heheh

    Btw, di HMM, justru 2009nya yang dateng dikit dibanding 2008nya waktu pemilu cakahim. Mungkin HMM paling unik dibandingkan himp lain.hehehe

    Tetap menulis pak boss…

    • iqul mengatakan:

      jadi memang karena ada unsur paksaan jadi tidak ideal kan? Wah, sudah harus dikaji lagi nih..

      hahaha, oke aku ga nyebut himpunan sampeyan mas, cuma denger-denger aja dari temen di himpunannya…

  3. nurind mengatakan:

    Kalo dipikir2, mungkin juga himpunan jadi tempat pelampiasan para non-unit.

    Punya unit, dengan kata lain punya sesuatu yang disenangi (pede dan komitmen terhadap itu) adalah sebuah kebanggaan. Ngga banyak orang yang bisa pede dengan kesenangannya. Dan ngga banyak pula orang bisa tahu apa yang sesungguhnya mereka minati.

    Biasanya orang mikir, “kalo gue ngga himpunan, ntar link buat gue kerja gimana??” dsb dsb. alias ngga pede dengan kemampuannya sendiri sehingga mengandalkan himpunan untuk sekedar ajang cari koneksi.

    non-unit ataupun non-himp merupakan pemecahan problema hidup tiap-tiap individu.

    • iqul mengatakan:

      Bisa juga, tapi nggak mau bilang seperti itu juga sih. Terlalu berani nge-judge.. hehehe
      Soalnya juga, banyak pas kita masuk, mereka masuk unit, lalu baru beberapa hari ya lepas begitu saja. Atau semenjak ada osjur, aktivitasnya di unit mengendur, lalu karena merasa semakin jauh, ya jauhlah dari unitnya itu.

      Apapun itu, saya sebenarya lebih suka dengan kalimat teman saya “Berkaryalah dimanapun tempatnya”. Pada akhirnya, omongan ya sebatas omongan. Butuh aktualisasi dari apa yang diomongkan. Semoga unit dan himpunan sama-sama bisa menjadi tempat aktualisasi dan wahana berkarya.. hehe

  4. ener mengatakan:

    ,memang orang yang non-unit aktifnya di himpunan,haha

    • iqul mengatakan:

      ga semua orang non-unit jadi aktif di himpunan.. Paling cuma sebatas jadi anggota aja. Saya bilang sekali lagi, ga semua. Soalnya ibaratnya cuma sekedar pelengkap penderita juga mereka disana.. hahahaha

  5. halma mengatakan:

    lucu ya, marah2 di depan junior gara2 ga kuorum pas osjur. Padahal hearing cakahim mereka aja ga kuorum. Munafik ga sih.

    Kata orang enaknya himpunan banyak dapet info tentang beasiswa dan proyek. Tapi kalo ga deket sama dosen tetep aja susah. Begituan mah deketin dosen aja, tentunya dengan cara menonjol secara akademik di kelas. Dan menonjol di unit!! haha
    gua lebih betah di unit, ga ada kekeluargaan palsu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s