Siapa Dia?


Dia adalah sesosok yang membangkitkanku dari keterpurukan cinta. Dia biasa, dia muncul saat hati kosong dan mencari-cari. Dia tidak spesial datang tiba-tiba. Dia bukan paket penggoda, dia adalah alami aku mencoba perhatian.

Dialah yang hadir karena kesepian. Dia hadir karena kejenuhan. Egoisme mencari, keterburu-buruan entah apa. Yang penting aku sekarang sedang membina kisah yang sedang terpuruk. Walaupun tidak meyakinkan, dia tetap kejaranku sekarang. Dia tersenyum, dia tertawa, dia memejamkan mata, dia kaget, dia meyapa. Aku menikmati itu semua.

Aku sudah tak lagi berpikir seberapa dalam. Dia adalah bintang-bintang yang berkilau. Satu dari antara jutaan bintang yang tampak di malam yang cerah. Dialah mungkin yang sebenarnya. Dia mungkin yang seharusnya aku perjuangkan. Dia adalah yang tak berharap, dia yang tak memberi harapan. Dia adalah pujaan yang biasa, dia pujaan yang hilir mudik dan silih berganti. Dia terlalu sulit untuk kumulai.

Kala langgit malam cerah, kau adalah satu dari jutaan bintang yang berkilau. Kala langit mendung, kau satu-satunya bintang yang berkilau saat itu.

Padahal aku sejak lama menunggu, padahal aku sejak lama terkurung dalam kesendirian. Ku selalu mencari-cari celah, tak hendak kutemukan. Ngotot pada nasib, hanya jawaban kekecewaan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s