Saya Nggak Paham


Waktu sore ini, sehabis ujian Energi Angin dan Matahari saya buka social network. Khusus hari ini, isu yang lagi panas adalah kampus kami didemo.

ini videonya : Video Aksi
kalo live reportnya : Liputan Aksi

Aneh, seluruh kampus heboh, menyoali pendemoan itu. Terakhir kabinet KM ITB mengadakan pertemuan dadakan di CC Barat jam 7 malam ini. Sempat saya disuruh oleh seorang kawan untuk datang ke kumpul dadakan (forum massa) itu, tapi aku memilih untuk menulis ini saja. Toh informasinya sudah jelas, dan daripada nanti tersulut emosi.

Oke, saya mulai menyimak lini masa Kabinet KM ITB di @KM_ITB. Kalrifikasi dimulai, begini kira-kira kontennya;

Senin lalu, Kabinet KM ITB didatangi sekelompok mahasiswa dari luar kampus mendatangi Kabinet KM ITB. Mereka mengajak KM ITB untuk turut berpartisipasi dalam acara solidaritas dalam bentuk demo. Ketika ditanya tentang follow up dan kontennya dari aksi tersebut apa, ternyata tidak ada jawaban yang jelas dari pihak pengajak.

Ya, saya sepakat dengan kabinet untuk hal ini. Saya bukan tidak sepakat dengan demo, saya pernah ikut demo, dan saya senang turun ke jalan. Namun yang harus diperjelas adalah kontennya, apa yang ingin disampaikan dan follow up dari aksi itu sendiri apa. Sewaktu anak-anak ITB aksi di depan rektorat periha biaya pendidikan yang mahal, saya sebagai salahsatu satgas perumus petisi tentu menyaksikan kajian yang dilakukan sangatlah mendalam. Bukan asal-asalan aksi turun kejalan.

analisis dari Presiden dan Menko Esternal juga bilang, aksi siang tadi juga berbau politis. Karena di ITB lah kampus di Bandung yang menjadi perhatian media nasional.

Iya, sepakat. Bagi sebuah aksi, memang butuh momen besar dari kekuatan besar. ITB yang secara historis mempunyai sejarah panjang tentang kemahasiswaan dan menjadi panutan gerakan kemahasiswaan. Nuansa politis juga terlalu kuat. Demi apa, aksi mengadili kawan sendiri ‘apatis’, sedangkan diskusi di dalam tidak berjalan. Kajian dan diskusi sudah menjadi nafas pergerakan kemahasiswaan di kampus ITB. Tidak akan ada tunggangan politis di agenda-agenda aksi kami.

Namun dibalik itu semua, tentu itu cambukan bagi kita untuk menunjukkan jika ITB juga tidak berdiam diri. Sudah saatnya mahasiswa ITB untuk bersatu menampilkan impresinya, memperlihatkan pada masyarakat bahwa kita punya tata cara yang baik untuk tujuan baik. Kita punya kajian mendalam sebelum menentukan sikap, kita punya konten yang akan dibawakan.

Ayo kawan-kawan ITB, kesantunan dan intelektualitas kita harus bisa kita tampilkan guna mendapat kepercayaan penuh dari rakyat. Rakyat Indonesia tidak buta, mereka semua juga menjunjung nilai-nilai agama dan budaya. Dan rakyat indonesia bukan hanya preman-preman yang terus bersuara besar dan garang tanpa pikiran jernih. Masih ada ahli masjid dan pemerhati budaya. Ketenagan dizikir, keindahan tari adalah buktinya.

Gerakan mahasiswa ITB harusnya bisa menjadi role model pergerakan kampus yang polifon. Gerakan tidak hanya turun ke jalan, gerakan itu menulis, berdiskusi demi solusi, berinovasi, turun ke desa-desa melihat gejala, dan lain-lainnya. Bukan hanya unjuk rasa, apalagi atas nama solidaritas kepada yang mati.

Pendapat pribadi, ‘kemana solidaritas kalian di jakarta ketika ada kawan mereka membakar dirinya dan tidak terselamatkan. Bukankah kalian hanya diam, tanpa do’a hanya berkoar-koar di jalan raya.’

YTF(yang terf*ck) para politikus kami, partai politik adalah tunggangan kalian, bukan mahasiswa. Kita punya nurani yang lebih tinggi dari sekedar ambisi. Kita punya kebenaran ilmiah daripada janji-janji suci terlupakan. Kalau sampai waktuku nanti, ingin kuhapuskan sistem kepartaian di indonesia. Saya tahu pembuat sistem kepartaian dulu sudah tidak sepakat dengan keadaan negeri ini.

Terimakasih.
binlatif
Mahasiswa Meteorologi ITB
Kader Koperasi Kesejahteraan Mahasiswa ITB

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s