Konkritkan Lombok : Siluet


Ditemani lagunya Sheila On Seven – Pria Kesepian bangun pagi kami terasa lebih asik. Ini sudah hari keberapa kah? Ketiga di Lombok. Rencana kami pagi ini adalah menikmati sunrise di Pantai Kuta, lalu jam tujuh langsung cabut kembali ke Mataram mengganti motor dengan bebek semua sehingga harganya sama murah dan irit. Lalu dari Mataram rencana kami mau ke Senaru, menikmati wisata kaki gunung rinjani.

Ah, jam setengah enam di Kuta masih gelap. Ya, Lombok termasuk indonesia tengah bagian barat. Paling-paling sunrise juga jam enam lebih. Kami jam enam kurang seperempat sudah sampai di Kuta. Benar kata kepala keamanan masjid islamic center Kota Cakranegara itu. Elok, putih, bersih dan ombaknya tidak terlalau besar. Ya, kuta pagi ini tidak ramai, tapi kalau di banding Mawun lebih rame. Paling tidak kulihat beberapa bule juga ada sepagi ini. Orang lokal yang kulitnya gelap juga banyak, apalagi ada perahu-perahu nelayan yang dari jauh nampak mulai merapat. Pelajaran mengenai angin darat dan angin laut adalah pelajaran sekolah dasar, tapi menjadi mahasiswa meteorologi ini hal dasar seorang meteorologi mengenal laut.

Yap, kalau di meteorologi, arah angin itu bisa di lihat arahnya dari. Jadi angin laut adalah angin yang datangnya dari laut. Angin darat adalah angin yang datangnya dari darat. Seperti angin lain juga begitu. Angin gunung adalah angin yang datang dari gunung, angin lembah juga angin yang datangnya dari lembah. Nah pagi ini karena anda angin laut jadilah para nelayan pulang dari melaut. Ah, dunia ini maha adil. Tuhan ciptakan angin dan gelombang untuk membantu manusia di bumi ini. Subhanallah.

Kami menanti sebuah sunrise yang indah, namun rupanya aku juga baru sadar. Ini kan juni, matahari ada di belahan bumi utara. Kita sedang menanti sunrise di pulau bagian selatan, that’s impossible. Why? Karena sebelah utara kita adalah pulau itu sendiri yang senantiasa menutupi datangnya matahari. Ini pelajaran berharga hari kemarin, failed sunset takkan terjadi apabila kita sadar musim. Barangkali si orang di internet ke Lombok bulan-bulan Desember, dimana matahari ada di belahan bumi selatan, sehingga sunset dapat dilihat di arah serong kanan pantai yang menghadap ke selatan. Saat kau pergi kemanapun, jangan lupa untuk tahu bagaimana cara navigasi. Setidaknya navigasi mengantarkanmu keluar dari kesesatan. 

Orientasi adalah bagian penting dan pertama dalam navigasi. Orientasi berupa letak di mana kita berada dan sedang menghadap kemanakah kita, dan mau kemanakah kita. Selanjutnya terserah anda. Hahaha

Kami sadar kami takkan menemukan sunrise di sini. Kami tahu itu sekarang. Bersiluet adalah hal yang asik, arahkan kameramu berlawawanan dengan matahari. Pagi ini matahari menghadap ke barat, maka kamu harus menghadapkan kameramu ke arah timur. Atur mode timermu sepuluh detik, lalu lihatlah. Foto siluetmu akan muncul. Hahaha

Ah, yasudahlah, saatnya kita bermain dengan pasir. Menulis dalam pasir adalah hal iseng yang menjadi pilihan lain dibanding berfoto siluet, lagipula makin lama makin siang matahari makin meninggi membuat distribusi sinarnya makin merata. Membuat efek siluet makin tidak terlihat.

Indonesia ini, selalu punya tempat dan suasana yang menarik dan menyenangkan.

Siluet itu, wayang dalam kenyataan. Siluet pertama yang indah.

Jam setengah delapan rupanya sudah mulai terang, buru-buru kami kembali ke homestay untuk packing dan cabut ke Mataram, Senaru telah menanti kami.

Sampai di homestay kami disuguhi masing-masing segelas Milo. Ah, segarnya pagi ini. Semuanya langsung pada mandi dan packing. Jam setengah sembilan akhirnya kami check out. Petualangan di selatan Lombok. Mas Kun menyampaikan kesannya juga akhirnya,

“Kalau memang ingin berlibur, butuh paling tidak seminggu di sini. Masih banyak yang belum kita eksplor. Sayang waktu kita tidak banyak. Lets go!”

Kami semua mengangguk setuju. Selamat tinggal Kuta Lombok.

One thought on “Konkritkan Lombok : Siluet

  1. riyen mengatakan:

    blogmu indah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s