Bumi Tempat Kita Menyusu

Assalamu’alaikum..

Tau Indonesia itu negara agraris bukan? Negeri yang subur, negeri yang ditumbuhi pepadian, ditumbuhi jejangungan, ditumbuhi berbagai macam produk kehutanan, ditumbuhi kopi, kelapa sawit, kakau, karet, dan lain-lain.
Tau negeri indonesia kaya akan hasil minyak bumi? Gas alam? Pertambangan emas, perak, timah, tembaga, pasir kuarsa, batu gamping, pasir besi, sampai pasir batu? Harusnya tau.
Tau tidak potensi laut dan kelautan indonesia? Tentang produk pangan yang melimpah, tentang potensi arus laut, tentang potensi panas laut, tentang potensi salinitas laut, potensi gelombang laut, tentang potensi pasang surut laut?? Yang ini kayaknya kurang tau.
Tau tidak potensi pantai indonesia dimana kita mempunyai garis pantai terpanjang keEMPAT di dunia? Dengan panjang kurang lebih 95.000 km. Tahu lah indonesia sebagai negara kepulauan. Tahu potensi anginnya? Ya, sepanjang garis pantai itu tersimpan energi.
Tahu indonesia dilalui ‘Ring Of Fire’ bumi, dimana menjadi jalur gunung api? Tau potensinya apa? Tau Geothermal? Ya, panas bumi. Indonesia punya 40persen total geothermal yang ada di bumi.

Lalu apa maksud saya bilang begini? Ahaha, pertama tentunya buat tambahan informasi. Ya sedikit mengingatkan saja bahwa kita negara yang bergantung pada bumi, sampai-sampai indonesia sering dilanda bencana kebumian. Ya tentunya karena saya anak kebumian, saya bicara kebumian.

Oke, lanjut nih. Siapa yang manfaatin semua potensi indonesia itu semua? Tahu lah ya, sebagian besar orang orang luar negeri gitu. Freeport, Newmont, Sclumberger, Total, Chevron,, kapitalis penguasa saham dari luar negeri, sampai pencuri ikan dari Thailand dan Filipina. Haha, dua triliun pertahun orang-orang asia tenggara itu mencuri ikan kita.

Lalu kenapa? Ada apa ini kita rebut-ribut , ada apa ini saya bikin notes kayak gini. Ya, saya mau mengingatkan Indonesia adalah Negara yang gemah ripah loh jinawi kalau orang jawa bilang, bukan lautan tapi kolam susu katanya lagi. Kita Negara besar mulai dari wilayah, penduduk, sampai Sumber Daya Alamnya. Ah, ketebak juga. Pasti kalian sudah menduga kalau saya akan bicara tentang Sumber Daya Manusia. Yah betul sekali.

Kawan, mari kita lihat apa saja yang dilakukan pemudanya ketika belajar di perguruan tinggi. Mulai dari apa yang mereka pelajari, mereka sukai. Di kampus ITB, mahasiswa baru paling besar sudah pasti minatnya ke yang berbau listrik dan pemrograman, kemudian yang berbau-bau industri, kemudian yang berbau-bau industry eksplorasi, kemudian yang berbau-bau obat-obatan, baru kemudian yang bangun membangun, kemudian yang berbau otomotif dan mekanik, ya yang kebumian ada dipaling bawah apa ya? Peminatnya sedikit sekali, gradenya ga jauh beda bahkan lebih bawah dari yang mau jadi Saintis dimana terbukti pemuda-pemuda Indonesia kurang berminat dengan yang berbau saintis.

Ya otomatis di kampus ini, orang-orang pinternya yang masuk jurusan dan fakultas grade tertinggi. Eh, padahal, emang di Indonesia banyak gitu industri-industri maju? Emang di Indonesia ada pabrik laptop terbesar? Pabrik televise kenamaan? Pabrik mobil kelas mewah? Orang balpoin standard saja Made In China. Mainanku saat kecil China juga, sepedaku Made In China juga.

Bermimpikah kalian, Indonesia menjadi eksportir terbesar beras? Atau Indonesia menjadi eksportir CPO terbesar? Atau eksportir terbesar Gula? Atau Negara paling mandiri akan energi? Mulai dari minyak, gas, sampai listrik? Jika belum, saya berharap kalian memimpikannya seperti saya. Saya sudah ga bisa memimpikan kalau Indonesia menjadi Negara industri terbesar di dunia.

Oh iya, taukah kalian? Berapa harga CO2 per tonnya pada tahun 2100? Mencapai 600 dollar per ton. Dan Indonesia dengan potensi renewable energinya seperti geothermal, tenaga air, angin, surya, potensial laut, atau biodisel? Proyeksinya sangat luar biasa. Geothermal is number one sebagai renewable energy paling berprospek. Selain kita dapat energy, kita mendapatkan keuntungan lain dari dunia karena substitusi CO2.
Tapi ya itu, masalah utamanya SDM. Siapa yang akan mengelolanya? Siapakah yang akan menjadi pengembangnya? Siapa yang menjadi actor utamanya? Apa mau orang luar negeri lagi? Wah, saying bung. Nirhayati kita serahkan orang luar, masa yang renewable mau dikasih ke orang luar juga? Apa nggak sayang? Itu retoris..

Sebagai mahasiswa Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian, sebenarnya agak prihatin. Kebumian adalah sumber kita, bumi adalah hidup kita, bumi tempat kita berpijak, lalu apakah akan di tinggalkan bumi kita? Aku harap beberapa tahun kedepan fakultas kebumian ini akan dihuni pemuda-pemuda jenius, bukan diisi oleh mahasiswa malas macam saya, yang hanya suka tidur di kelas, yang hanya tidur juga dikosan, yang suka ngobrol pas kuliah, yang nggak berangkat kuliah tanpa keterangan.

Aku berharap Kebumian kedeepan bukan menjadi fakultas buangan, yang pada dasarnya adalah orang-orang berjiwa kapitalis dan memikirkan kerja di pertambangan atau perminyakan sebagai seorang geologis dengan gaji besar di Sclumberger. Saya nggak ingin kedepannya, Dosen Oseanografi promosi pada mahasiswa TPB biar masuk jurusan itu dengan bilang, “beberapa lulusan Oseanografi bisa juga bekerja di Sclumberger”. Saya ingin Oseanografi dan Meteorologi menjadi jurusan Sains Terapan terkemuka karena mereka adalah harapan dimasa mendatang, dengan segala potensi laut, segala potensi angin, dengan segala potensi matahari.

Untuk kawan2 kebumianku sekalian, sesungguhnya tanggung jawab terbesar Indonesia ada dipundak kita, kita akan diamanahi ilmu yang akan bisa memajukan bangsa ini. Yang akan kita pakai buat menggolah segala potensi yang ada di atas. Dimanapun kita besok, baik kita yang ada di Geologi, baik kita yang ada di Geodesi, baik kita yang ada di Oseanografi,baik kita yang ada di Meteorologi, kelak beberapa minggu lagi. Saya harap kita tekadkan hati ini untuk mengabdi pada negeri. Karena inilah bumi kita, bumi kita berpijak, bumi kita menyusu.

2015 mari kita bangun kincir angin dipantai, kita terangi warga pantai. Mari kita bangun OTEC(Ocean Thermal Energy Conversion), mari kita maksimalkan 40persen geothermal dunia yang ada di bumi kita ini, mari kita usir Freeport, mari kita usir Caltex, mari kita usir para penjajah itu dengan kemampuan kita. Mari kita bangun Sistem Informasi Geografi (SIG) untuk optimasi potensi semua yang ada, mari kita simulasikan bumi kita ini, kita hadapi bencana kebumian di Indonesia ini dengan alat kita, kita maksimalkan air, air sebagai kehidupan, air tanah, air laut untuk tanah air.

Mari kita rangkul semua, mari kita ajak anak mesin untuk membuat turbin, mari kita rangkul anak penerbangan untuk membuat kincir yang paling efektif, mari kita ajak TI untuk memanajemen tindakan kita semua, mari kita ajak pertambangan dan perminyaka untuk merebut cekungan2 sedimentasi untuk jadi milik bangsa ini, mari kita menanam tanaman obat, mari kita ajak SITH merekayasa tanaman2 untuk lebih bermanfaat, kita ajak elektro untuk membuat panel surya dirumah-rumah, kita ajak anak2 tekkim untuk mengolah singkong jadi biofuel, kita gandeng anak FTSL dan SAPPK untuk membangun infrastruktur yang lebih baik, kita ajak semua elemen yang ada di Institusi ini mewujudkan In Harmonia Progressio.

Karena kita semua hidup dari bumi, kita hidup dari sesuatu yang real, sesuatu yang terlihat didepan mata kita. Suatu harapan di masa mendatang untuk Bangsa ini.

Bumi Bumi Bumikan lawan, bumikan lawan sekarang juga!!

(Sekiranya ini unek-unek yang ada dalam hati selepas saya kuliah Pengenalan Ilmu dan Teknologi Kebumian, 2 SKS yang sangat menarik hati) Terimakasih FITB, kalian buka mataku kalian cerahkan hariku..

Wassalamualaikum…

2 thoughts on “Bumi Tempat Kita Menyusu

  1. adi mengatakan:

    maju indonesaku,indonesi butuh pemuda2 yg pantang meyerah semangatlah kalian para pemuda,mudah2 qt msh diizinkan mghirup oksigen di th 2013 kedepan,shinga bs membangun indonesia trcinta,jgn salah indonesia ada pabrik notbook n brg elektroniklainny,indonesia bs bkn notbook malaysia mana bisa? indonesia jg bs buat hp,dll.Bikin perubahan nyata jgn hny teori,bangkit dr trpuruk menuju kejayaan! semangatt!

  2. sherli mengatakan:

    nice post. semoga banyak orang-orang seperti anda yg tidak hanya sadar akan potensi bangsa tetapi mulai bergerak untuk membuat perubahan🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s