Kisah Mahasiswa Kampung

Kisah Mahasiswa Kampung

Hey engkau kawan seperjuangan,
Inilah aku, budak ketertindasan.
Antek-antek ketidakmerataan pembangunan.
Utusan kaum kampungan.

Aku bawa penderitaan,
Kehadiratmu wahai para cendekiawan.
Supaya kalian tak hanya bercengkrama,
Dengan siluet wanita cantik menawan.
Tapi engkau bergelut bersama kami di lumpur kenelangsaan.

Hey kaum terdidik yang terhormat,
Aku izin menyuarakan sengsara,
Kami pengemis subsidi,
Kami peminta-minta gratisan.

Hey kawan pujangga eksakta,
Kepiawaianmu tiada tara.
Pencipta karya, disebut teknologi,
Manusia dari zaman depan seratus tahun.

Hei insan cerdas mahasiswa,
Tidakkah kalian melihat,
Badan kami yang usang,
Bukan karena umur tapi pembudakan terhadap kami.

Hey kawan dari masa depan,
Kabarkan pada kami,
Bagaimana cara membunuh penindasan,
Dimana titik lemah kapitalisme,
Biar kami tak sungkan mendirikan pemerataan!

Hey kawan,
Izinkanlah kami merasakan,
Apa itu kesejahteraan,
Apa itu lawan dari kemiskinan.

Angkatlah kami, angkatlah kami!
Angkatlah kami dari lubang ironi,
Sisi lain dari korupsi,
Yang kian menggerogoti bangsa ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s