Orang Yang Berbondong-Bondong [Part 3]

Kereta berangkat lagi setelah beberapa menit berhenti. Tk mau ambil resiko, kuputuskan untuk masuk dalam toilet itu, sekedar berdiri dan tak tergencet orang-orang tak mau tahu itu. Kebetulan seorang perempuan lain tak mau lagi masuk dalam toilet, kita saling bertukaran. Tinggallah aku sekarang dalam sebuah toilet kereta, berdiri masih kuat. Tas di gendongan sudah tergeletak terlantar disampingku bersama tas-tas lainnya.

Kunikmati jalan itu sambil terkantuk-kantuk, masih lama sekali, jam masih jam 11. Padahal paling bru setengah enam sampai. Sesekali aku ganggu gadis yang dari tadi hanya duduk dan merunduk karena aku ikut duduk disampingnya, posisinya jadi terganggu. Dia hanya mengangkat kepala sejenak, namun sebentar. Setelah itu dia tertunduk lagi, entah dalam tidur entah apa. Malam makin larut..

Ada apa gerangan aku terduduk tak tahu menahu serasa ada yang menekan. Sial, rupanya aku tak sadar, aku sudah tertidur, kereta behenti menimbulkan hawa panas menyebabkan sebagian orang turun barang sejenak mencari angin.

Toilet sudah tak berbau apa-apa lagi, bau-bau itu telah habis di respirasikan dalam paru-paru beberapa orang yang ada didalam menjadi karbondioksida, menyebabkan panas tentunya. AKhirnya perempuan berjilbab itu mengangkat kepala, kepanasan barangkali. Mukanya dari dekat bisa kulihat, ya bisa dibilang cantik, ah apa entah godaan syaiton. Ah, tapi aku juga sambil terkantuk-kantuk. Biarlah.

Kereta jalan lagi, aku kini berdiri, perempuan itu juga berdiri, berpegangan pada tempat yang sama, tapi bersebrangan. Selempangan tas yang tergantung jadi bahan peganganku, begitu juga dia. Yang lain sudah pada terkantuk, perempuan yang tidak memakai jilbab itu entah tidur dalam pelukan lelaki yang berbaju rapih itu tampak gelisah dalam terpejamnya. Agak memberontak atas perilakuan si lelaki berbaju rapih. Tamapaknya si baju rapih curi-curi kesempatan.

Aku terkantuk berat sekali, tidur akhirnya. Ngggak tahu kenapa saat kereta berhenti lagi, selain suasana menjadi lebih panas, tanganku serasa memegang suatu yang aneh tapi lembut. Serasa menikmati kuteruskan sambil masih terpejam setengah sadar, baru setelah aku bangun ternyata tangan wanita tadi sudah ada dibawahku, setengah ku genggam. Langsung saja kutarik tanganku, rupanya yang punya belum bangun, pas kulihat kearahnya ternyata masih terpejam. Aku langsung makin memojok, posisiku jadi semakin berada disudut toilet, bersandar di sudut toilet. Ya mau gimana lagi. Akhirnya sang perempuan itu tak bangun juga sampai kereta itu berangkat lagi. Meski diapun berdiri entah pura-pura tidur.

Kereta berjalan lagi, lagi aku terperosot duduk tertidur, barang sejenak tertidur ternyata ada pergerakan. Ah, aku jadi terganggu. Aku berdiri, aku tidur lagi. Selang beberapa lama aku tertidur, entah apa yang aku rasakan.

Sampai tiba-tiba bahuku merasa pegal, aku secara naluriah merasa ada yang aneh, nggak Cuma sekedar berat bahuku, tapi bikin merinding. Ternyata sebuah kepala seorang wanita berjilbab sudah menyandar di bahu. Ah, pantas saja. Seklias wajahnya tertidur, padahal aku sudah dipojokan masih ada juga yang dirugikan.

Saat mau kubangunkan dia, kembali terpikirkan kasihan. Ah, biarkan saja dia bersandar, walaupun aku tahu kita bukan muhrim, kenal aja bukan. Segan sekali membangunkan, apalagi memegang kepalanya lalu menegakkan. Semoga lekas sadar perempuan ini. Sungguh membuat aku berposisi nan bingung. Ah, ku tak tahan ,lagi akhirnya tidur lagi.

Terbangun lagi telah jam dua malam lebih, kereta sudah tenang tak ada kegaduhan lagi, suara lokomotif menddominasi. Sesekali terdengar dari luar kamaar mandi orang bilang ‘aqua.. aqua.. mijon..’ namun sangat jarang sekali, lagipula bagaimana bisa lewat, ramai pula ini. Bahuku sudah tak berat lagi. Ternyata perempuan tadi sudah terbangunkan.

Saat yang lain tertidur, ternyata justru dia melek. Ku ajak ngobrol sekalian aja, akhirnya beberapa bercakapan muncul. Mulai dari pulang kemana, sampai kenapa tadi sebelum naik pas masih diluar tampak hampir menangis karena hampir nggak dapat masuk. Suasana beku lumayan cair. Selingan tadai lumayan, aku tertidur lagi, sedang si Perempuan tadi mau terjaga aja kataanya, karena Kroya, tujuan turunnya tinggal beberapa jam lagi, sekitar satusetengah.

Lagi-lagi hal aneh terjadi membangunkanku, tiba-tiba saja dibahu kananku sebelah depan aadaa yang menekan, kali ini ternyata dia lagi, dia kini terletak menyerong dan menandar di bahuku dengan punggungnya yang menyentuh bahuku, serasa aneh sekali. Membara ini badan, lembut, dan seakan-akan haampir berpelukan searah. Ya ampun, kuperhatikan lagi perempuan tadi justru tertidur.

Apa salahku, apa yang membuatnya begini, suasana sumpek begini justru dihadirkan cobaan seperti ini. Aneh, aku menikmati. Mau gimana lagi, mau ku sentuh juga supaya terbangun aja segan. Biarlah seperti tadi, dia terbangun dengan sendirinya. Ya akhirnya dia akan sadar.

Tibalah stasiun Kroya, berbondong-bondong orang keluar, perempuan tadi sudah siap turun. Tak lupa juga perempuan itu berbalik kearahku, mengucapkan ‘aku turun dulu ya’, ‘aku balas ‘iya, hati-hati’. Aduh, aku bersyukur tak bertanya nama. Atau saling mengenalkan diri dengan nama. Semoga yang tadi itu benar2 ketidaksengajaan dia. Jikalau tidak, maka jangan buat dia jadi terpikirkan olehku kembali. Astaghfirullah.

Ternyata kereta telat setengahjaman. Jam setengah lima belum sampai Kebumen. Padahal harusnya sudah. Setengahlima terdengar suara adzan subuh datang menghilang, timbul-dengkok, naik turun silih berganti. Melewati pesawahan terlihat evaporasi pagi-pagi membawa mendung muda. Indah tiada terkira. Uap embun silih berganti, ada yang menguap dan ada yang mengembun dipagi ini. Bagus, sekali lagi bagus.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s