Pangeran Mencari Cinta Sejati

Ini cerita dari Ibuku lagi kawan. Namun kali ini bukan cerita dari karangannya, melainkan hanya kisah yang dia dengar dari dongengan Kakekku ke Ibuku untuk yang terakhir.

Mari nyimak…!!

—————————
Di sebuah desa pinggiran kerajaan, ada seorang duda dengan seorang anak perempuan yang sangat cantik. Usianya telah memasuki 18 tahun dan banyak sekali lelaki yang ingin meminangnya. Smpai-sampai ayahnya merasa heran terhadap anaknya, berbagai macam pemuda dari kalangan atas sampai kalangan bawah ditolaknya menjadi suaminya.

Sampailah pada suatu saat seorang pedagang telur terdampar di rumahnya karena kemalaman. Akhirnya sama ayahnya si pedagang telur itu disilahkan masuk. Dihidanginya si pedagang telur itu secangkir teh oleh si anak perempuan itu. Setelah itu diizinkannya si pedagang telur tidur di emperan rumahnya.

Sang anak perempuan gelisah setiap saat mau tidur, hampir setiap malam anak perempuan itu bernyanyi karena tidak bisa tidurnya itu. Sang Ayahnya pun heran dan agak marah, karena ditengah tidurnya selalu diganggu oleh suara nyanyian sang anak perempuan. Ditanyainya si anak perempuan kenapa berlaku demikian.

“Aku gelisah Ayah, itu sang penjual telur dipersilahkan masuk saja, kasihan dia diluar dingin dan banyak nyamuk.” Jawab anak perempuannya.

Akhirnya disuruh masuklah sang penjual telur itu oleh ayahnya. Akhirnya si penjual telur mau juga masuk dan tidur di dalam.

Setelah sang penjual telur itu masuk, ternyata masih juga sang anak perempuan itu bernyanyi sepanjang malam. Sang Ayah agak murka menanyai lagi ke anak perempuannya lagi, ada apa gerangan anakku?

“Aku ingin dia yang mempersuntingku, menjadikan aku sebagai istrinya.” Jawab Anak perempuannya.

“Apa? Apa ayah tidak salah dengar anakku?” Tanya Ayah,

“Iya Ayah,”

Akhirnya sang Ayah menuruti keinginan anaknya, dihampiri sang tamu penjual telur itu. Ditannyainya sang penjual telur tentang keinginan anaknya itu.

“Hai Anak Muda, maukah engkau menikahi anakku?”
“Apa yang Bapak maksud?”
“Iya, maukah engkau?”
“Saya ingin berbalik Tanya dahulu kepada Bapak, apakah Anda sudi menerima seorang penjual telur menjadi menantu anda? Saya ini hanya orang biasa.”

“Itu sudah menjadi keputusanku, anakku yang meminta.” Jawab Ayah agak berat.
“Baiklah kalau begitu, saya akan kembali kesini membawa orangtua untuk melamar anak bapak,” Jawab sang pemuda penjual telur tadi.

Akhirnya sang anak muda itu kembali lagi sehari setelah malam itu. Alangkah terkejutnya sang Ayah ketikamelihat kedatangankeluarga raja dirumhnya. Akhirnya diketahuilah bahwa sang penjual telur tadi adalah pangeran yang sedang mecari jodohnya. Sang anak perempuan yang cantik jelita tadi dan pangeran penjual telur tadi akhirnya menikah dengan pesta yang meriah. Mereka berdua menjadi pewaris keluarga raja berikutnya.
————–

Memang sih datar banger, menurutku ada sesuatu greget yang dilupakan oleh Ibuku. Greget yang seharusnya ada dan memnuat cerita ini menarik untuk disimak.hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s