Wahai Radio

Wahai radio,
Apakah dia mendengarkanmu sepertiku?
Wahai radio,
Pabila kutitipkan salam apakah dia kan mendengarkannya?
Wahai radio,
Mungkinkah dia tersenyum ketika mendengarkan lagu titipanku?
Wahai radio,
Boleh kujujur, engkaulah sahabat yang paling mengerti.
Wahai radio,
Apa bisa kumenikahi dia kelak?
Wahai radio,
Apa aku baik-baik saja dengan seperti ini?
Apakah aku terlalu kurus?
Wahai radio,
Apa aku kurang ganteng?
Apa aku kurang berotot?
Ohh,
Wahai radio,
Apakah aku terlalu hitam?

Wahai radio, ternyata engkau mati duluan ketimbang ketertiduranku.
DJ keparat, kau tinggalkanku dengan lagu-lagu orang mau mati..

Lagi terkenang masa-masa SMP dengan radio-radio dan percintaan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s